Tuesday, December 28, 2010

Makalah Pendidikan Sejarah

SEJARAH SOSIAL POLITIK INDONESIA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Setiap manusia pasti memiliki masa lalu. Masalah lalu yang pantas di kenang, baik yang menyenangkan maupun yang membuat manusia sedih dalam hidupnya. Setiap detik, menit, hari, bulan, tahun dan seterusnya yang telah dilewati oleh manusia merupakan bagian masa lalu. Masa lalu sering disebut dengan istilah SEJARAH.
Dilihat dari asal usul kata, sejarah berasal dari bahasa Arab yaitu Syajaratun yang artinya pohon, keturunan, asal usul atau silsilah. Dalam bahasa Inggris yaitu history, dalam bahasa Yunani yaitu Istoria, dalam bahasa Jerman yaitu Geschict. Sejarah, dalam bahasa Indonesia dapat berarti riwayat kejadia masa lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat asal usul keturunan (terutama untuk raja-raja yang memerintah).
Umumnya sejarah dikenal sebagai informasi mengenai kejadian yang sudah lampau, sebagai cabang ilmu pengetahuan, mempelajari sejarah berarti mempelajari dan menerjemahkan informasi dari catatan-catatan yang dibuat oleh orang perorang, keluarga dan komunikasi. Pengetahuan akan sejarah melingkupi pengetahuan akan kejadian-kejadian yang sudah lampau serta pengetahuan akan cara berpikir secara historis.


1.2. Tujuan Permasalahan
Dalam penyusunan makalah ini penulis mempunyai tujuan, yaitu:
a. Dapat memahami defenisi sejarah
b. Dapat mengetahui ruang lingkup ilmu sejarah
c. Dapat mengetahui jenis-jenis sejarah

1.3. Rumusan Masalah
Dalam pembahasan makalah ini penulis mencoba mengangkat sebuah judul tentang “Sejarah Sosial Politik Indonesia”.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Defenisi Sejarah
1. Pengertian sejarah
Pada dasarnya, kata sejarah dapat didefenisikan sebagai berikut:
a. Kata sejarah berasal dari bahasa Arab, yaitu Syajaratun yang berarti pohon kehidupan. Pohon ini dapat kita dapati dalam penyusunan silsilah keluarga.
b. Kata sejarah dalam bahasaInggris, yaitu History dari bahasa Yunani yaitu Istoria yang berarti orang pandai, kemudian mengalami perkembangan bukan hanya orang pandai namun diartikan sebagai pengkajian dan pembelajaran yang menyangkut manusia secara kronologis (berdasarkan urutan waktu).
c. Menurut W.J.S Poerwadarminta dalam kamus umum bahasa Indonesia, sejarah mengandung 3 pengertian yaitu:
1. Kesusasteraan lama, silsilah dan asal usul
2. Kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau
3. Ilmu pengetahuan

Unsur-unsur sejarah yaitu:
a) Menyangkut kehidupan manusia
b) Ada unsur perubahan
c) Dibatasi unsur spasial (tempat) dan temporal (waktu)
d) Unik atau enmalig (sekali terjadi)

Beberapa pengertian sejarah menurut para ahli sejarah sebagai berikut:
a. Moh. Yamin, menurutnya sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dibuktikan dengan kenyataan.
b. Menurut R. Moh Ali
a) Sejarah adalah kejadian-kejadian peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan kehidupan manusia.
b) Sejarah adalah cerita yang tersusun secara sistematis.
c) Sejarah adalah ilmu yang menyelidiki perkembangan peristiwa dan kejadian-kejadian pada masa lampau.
c. Patrick Gardiner
Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat manusia.
d. J.V Brice
Sejarah adalah catatan-catatan dari apa yang telah dipikirkan, sejarah adalah peristiwa yang terjadi pada masa lalu.

2. Fungsi Sejarah
Salah satu kegunaan sejarah adalah untuk mengetahui asal muasal masyarakat. Beberapa manfaat mengetahui asal muasal masyarakat sebagai berikut:
a. Untuk mengetahui jati diri masyarakat.
b. Panduan ke masa depan.
c. Belajar dari kesalahan masa lampau.

2.2. Ruang Lingkup Ilmu Sejarah
Ilmu sejarah mempunyai ruang lingkup, meliputi identifikasi sejarah. Sebagai ilmu, sejarah juga memiliki konsep-konsep keilmuwan seperti periodisas, kronologi, kronik dan historiografi.
1. Mengidentifikasi bentuk-bentuk sejarah
a. Sejarah sebagai peristiwa
Peristiwa adalah sebuah aktivitas yang pernah terjadi yang bersifat lampau. Peristiwa juga bisa dikatakan dengan kejadian, kenyataan, aktualitas yang sebenarnya telah terjadi atau berlangsung pada masa lalau, disebut sejarah sebagai objek.
b. Sejarah sebagai kisah
Sebagai kisah adalah cerita berupa narasi yang disusun berdasarkan pendapat seseorang, memori, kesan atau tafsiran manusia terhadap suatu peristiwa yang terjadi pada masa lampau.
c. Sejarah sebagai ilmu
Sejarah sebagai ilmu adalah sejaran yang dapat dibuktikan kebenaran faktanya dengan menggunakan metode ilmiah. Pada abad ke 19 adalah abad dimana sejarah diakui sebagai ilmu. Sejarah sebagai ilmu bisa juga dikatakan sebagai suatu susunan pengetahuan tentang peristiwa dan cerita yang terjadi di dalam masyarakat manusia pada masa lampau yang disusun secara sistematis dan menggunakan metode yang didasarkan atas asas-asas prosedur dan metode serta tekhnik ilmiah yang diakui oleh para ahli pakar sejarah.
Syarat pokok sejarah sebagai ilmu adalah:
a. Objek yang defenitif
b. Adanya formulasi kebenaran yang dapat dipertanggung jawabkan kebenaranya
c. Metode yang efisien
d. Menggunakan sistem penyusunan tertentu
d. Sejarah sebagai seni
Merupakan cara bagaimana membuat pembaca sejarah tertarik atas informasi kejadian masa lalu yang disajikan karena unsur keindahan yang disertakan didalam menyajikan informasi sejarah.
Ilmu sejarah memiliki beberapa kegunaan sebagai berikut:
a. Guna edukatif (memberikan pendidikan)
b. Guna instruktif (memberikan pengajaran)
c. Guna inspiratif (memberikan inspirasi)
d. Guna rekreatif (memberikan kesenangan)



2. Konsep-konsep ilmu sejarah
a. Konsep periodisasi
Merupakan tingkat perkembangan masa atau rentang waktu, lebih tepatnya dikatakan sebagai pembagian masa atau waktu, dimana setiap masa atau waktu memiliki kejadian atau peristiwa yang khas namun memiliki hubungan dengan peristiwa lain dalam kurun waktu yang lain.
Pentingnya periodisasi dalam sejarah yaitu:
1. Memudahkan sistematika penulisan sejarah
2. Merupakan rangkuman dari suatu peristiwa menurut seorang sejarawan
3. Merupakan pembacaan dalam memahami suatu peristiwa sejarah
4. Merupakan penghubung dari fakta-fakta sejarah

b. Konsep kronologi
Aspek kronologi adalah aspek periodisasi berdasarkan perkembangan urutan waktu. Kronologi berguna untuk mengklasifkasikan peristiwa sejenis yang terjadi pada masa tertentu untuk memudahkan dalam pemahaman dan penelitian. Atau bisa juga diartikan sebagai usaha yang dilakukan untuk mendapatkan pemahaman mengenai pengertian suatu peristiwa sejarah secara gamblang yang dapat mengkaitkan antara suatu peristiwa yang lain secara logis. Kronologi sejarah sangat diperlukan karena dapat mengkaitkan suatu peristiwa dengan peristiwa lainnya dalam bentuk kausalitas atau sebab akibat.

c. Konsep kronik
Adalah kumpulan tulisan yang dibuat oleh beberapa pujangga dan filsuf pada zaman tertentu dan dijadikan dasar penelitian sejarah. Kronik ini berguna untuk menyusuri kebenaran fakta yang terjadi pada masa ini, berdasarkan tulisan dan catatan serta tuturan sebagai kisah yang pernah terjadi pada suatu masa. Banyak hal yang dapat dipelajari dari kronik masa lalu misalnya intrik politik dalam sebuah kerajaan atau keberhasilan seorang raja dalam mensejahterakan masyarakatnya dan tidak menjajah.

d. Konsep historiografi
Merupakan puncak dari pembelajaran sejarah dan penelitian sejarah. Pada proses inilah seorang sejarawan melakukan penulisan kembali dalam sebuah lembaran kertas baru dalam mengungkapkan tentang kenyataan sejarah.

2.3. Jenis-Jenis Sejarah
1. Sejarah Lokal
Dapat diartikan sebiah catatan peristiwa dan diyakini sebagai sebuah sejarah yang terjadi di daerah tertentu, contohnya perjuangan masyarakat Banten dibawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa untuk melawan kedatangan VOC yang telah merusak jalur perdagangan di kawasan tersebut.
Sejarah lokal berguna untuk membantu masyarakat menumbuhkan kebanggaan terhadap daerahnya.

2. Sejarah Nasional
Sejarah nasional mencakup arti yang luas dari sejarah lokal. Sejarah ini lebih menitikberatkan dalam semua negara dengan dampak yang lebih besar pula.
Sebagai contoh, pergerakan nasional di Cina, munculnya gerakan nasionalisme Cina di prakarsai oleh seorang tokoh yang bernama Dr. Sun Yet San kemudian menjadi tokoh sejarah yang dibanggakan dalam sejarah nasional Cina.


3. Sejarah Dunia
Terjadi dalam lingkup dunia dan dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh dunia. Misalnya perang dunia I dan perang dunia II yang dimulai dari tempat kecil di perbatasan Jerman – Polandia.

4. Sejarah Geografi
Memudahkan bagi sejarawan untuk memahami sebuah medan perang dalam suatu peperangan, sehingga dapat dipelajari mengapa pasukan dapat menang atau kalah, serta tepat tidaknya strategi perang. Sejarah geografi memudahkan pemahaman tentang sejarah terbentuknya sebuah negara dari segi alamnya.

5. Sejarah Ekonomi, Sosial dan Politik
Sejarah ekonomi adalah peristiwa yang erat kaitannya dengan kebijakan penguasa tentang ekonomi, sehingga berpengaruh dalam keseharian masyarakatnya.
Sejarah sosial lebih cenderung melihat tatanan sosial masyarakat dan perubahannya. Misalnya adanya pergeseran kelas di kalangan ningrat pada kerajaan-kerajaan di Indonesia setelah msuk dan berkembangnya pengaruh Islam.
Sejarah politik merupakan kajian sejarah untuk meneliti tentang kebimjakan pemerintahan sebuah negara. Sejarah politik mengungkap segala macam kebijakan yang diambil beserta latar belakang mengapa memilih kebijakan politik tertentu. Sejarah politik merupakan tindak lanjut dari sejarah sosial.
Sejarah politik diatas merupakan kajian lebih mendalam dari sejarah sosial pada saat itulah kebijakan politik baru muncul dan dapat didokumentasikan dijadikan sumber sejarah politik.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Dari uraian pembahasan makalah, maka dapat saya simpulkan bahwa sejarah adalah kata serapan dari bahasa Arab Syajaratun yang berarti pohon kehidupan. Dalam bahasa lain adalah tarikh (Arab) history (Inggris), geschochte (Jerman) dan historie (Belanda). Secara umum sejarah dapat diartikan sebagai masa lampau yang menyangkut kehidupan manusia yang diamati berdasarkan peninggalan-peninggalan sejarahnya. Fungsi sejarah adalah untuk mengetahui jati diri suatu masyarakat, sebagai paduan melangakah ke masa depan serta media pembelajaran dari kesalahan-kesalahan masa lampau.
Sejarah juga mempunyai beberapa bentuk, yaitu sejarah sebagai peristiwa, sejarah sebagai kisah, sejarah sebagai ilmu dan sejarah sebagai seni.
Dalam upaya memudahkan pemahaman sejarah, maka dibuatlah konsep-konsep sejarah. konsep-konsep tersebut adalah periodisasi, kronologi, kronik dan historiografi.
Sejarah terbagi dalam beberapa jenis:
1. Sejarah Lokal
2. Sejarah Nasional
3. Sejarah Dunia
4. Sejarah Geografi
5. Sejarah Ekonomi
6. Sejarah Sosial
7. Sejarah Politik

3.2. Kritik dan Saran

DAFTAR PUSTAKA

J. Sumardianta. 2007. Sejarah. Jakarta: Grasindo

No comments:

Post a Comment

Post a Comment